PACITAN — Merespons lonjakan kasus diare di Kecamatan Sudimoro, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan langsung mengumpulkan enam kepala Puskesmas di wilayah timur untuk menyusun strategi pertahanan agar wabah tidak meluas ke kecamatan tetangga.

Rapat koordinasi mendadak ini digelar untuk memastikan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan penyangga dalam mendeteksi dini potensi penyebaran penyakit yang menyerang sistem pencernaan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Daru Mustikoaji, Jumat (23/1/2026) di Pacitan menegaskan bahwa penanganan kejadian luar biasa ini tidak hanya berpusat di titik lokasi kejadian, melainkan harus melibatkan wilayah sekitarnya sebagai barier atau pelindung.

Enam Puskesmas yang berada di zona timur Pacitan telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan surveilans dan kesiapan logistik obat-obatan.

Langkah antisipatif ini dinilai krusial mengingat mobilitas warga antarkecamatan yang cukup tinggi dapat menjadi media penularan yang efektif jika tidak segera dibentengi dengan protokol kesehatan yang ketat.

Daru memastikan sistem kesehatan di wilayah timur Pacitan dalam kondisi siaga penuh untuk mengantisipasi segala kemungkinan terburuk.

“Selain fokus penanganan di wilayah Puskesmas Sudimoro, Dinas Kesehatan juga sudah melakukan pertemuan dengan enam puskesmas di wilayah timur untuk memastikan tidak ada lonjakan kasus di wilayah lain,”kata Daru.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Pacitan, khususnya bagian timur, untuk sementara waktu lebih memperhatikan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala mual, muntah, atau buang air besar terus-menerus agar mendapatkan penanganan medis sedini mungkin.

 

 

 

Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *